home

Selasa 25 Okt, 2016

Kanker Paru Sulit Dicegah, Ini Upaya Penting Untuk Mengantisipasinya

Jakarta, Tingginya perkara kanker paru di Asia, utamanya Asia Timur tidak cuma dipicu oleh faktor lingkungan, tapi juga genetik. Riset membuktikan mutasi gen tertentu pada orang Asia membuatnya lebih rentan terkena kanker paru.

Menurut Prof Yi Long Wu, direktur Guangdong Lung Cancer Institute, pencegahan kanker paru yaitu isu yg ‘rumit’. “Karena pemicunya mampu dari udara, air, lingkungan. Ini bukan satu yg mampu ditangani oleh dokter,” katanya di Shanghai baru-baru ini.

Namun ia berharap, dgn tingginya problem kanker paru di China, khususnya, yg mencapai 730.000 problem di tahun 2015, masyarakat dan pemerintah memiliki kesadaran buat memperhatikan faktor lingkungan ini.

“Misalnya mendorong pemerintah bagi menutup sejumlah pabrik karena polusi udara ini berdampak segera pada genome,” terangnya.

Begitu juga soal makanan atau pola makan. Katanya, macam kanker tertentu memang berkaitan dgn pola makan, mulai tapi ini tak lantas mendorong dokter buat melarang makan ini-itu atau memperbolehkan makan ini-itu, demi mencegah kanker.

Baca juga: Saran Dokter Bagi Mereka yg Terkena Kanker Paru

Saat ini yg terpenting ialah melakukan deteksi dini, yg nantinya juga mulai mempercepat penelitian kanker paru pada diri seseorang.

“Apalagi hampir 50 persen masalah kanker di Hong Kong, Korea dan Taiwan tak ditemukan sejak dini atau telah dalam stadium lanjut, jadi masyarakat harus terlibat dalam program skrining,” pesannya.

Untuk deteksi kanker paru sendiri, ada beragam metode yg dapat dipergunakan, di antaranya chest x-ray, CT scan, dan MRI. Meski chest x-ray ialah yg paling kadang digunakan, namun Prof Wu memilih metode yang lain yg lebih aman merupakan spiral CT scan.

Seperti dikutip dari medicinet, chest x-ray cuma bisa memamerkan satu yg mencurigakan di paru-paru tapi tak bisa memastikan apakah itu kanker atau bukan. Lagipula pasien juga terpapar sedikit radiasi.

Sedangkan spiral CT scan (low dose helical CT scan) direkomendasikan khususnya untuk perokok atau mantan perokok berusia 55-80 tahun yg sudah menghabiskan waktu selama 15 tahunan bagi merokok. Metode ini diklaim lebih dapat mendeteksi adanya kanker paru yg lebih kecil dan lebih dini.

“Cara ini juga menurunkan efek negatif pada badan pasien,” tutup Prof Wu.

Baca juga: Ini Bedanya Kanker Paru pada Perokok dan Nonperokok(lll/up)
Sumber: http://health.detik.com
Terimakasih sudah membaca bacaan kita seputar Kesehatan dengan subjek Kanker Paru Sulit Dicegah, Ini Upaya Penting untuk Mengantisipasinya. Semoga tulisan tersebut bermanfaat dan bisa memperbanyak pemahaman sobat semua. Salam Indonesia sehat.